Senin, 17 Maret 2014

[cerita janda] mbak dewi

Cerita janda Cerita ini terjadi akhir desember yang lalu, ini adalah sebagian benar adanya walaupun untuk nama dan beberapa hal lain sudah disamarkan. Aku hanya berniat berbagi cerita dengan teman teman semuanya. Kalau ada di antara teman-teman yang menganggap aku aneh dengan apa yang akan aku ceritakan, lebih baik jangan membacanya karena kisah ini mengandung unsur-unsur yang tidak umum dan prilaku aneh (mungkin) dan tidak sebaiknya dibaca oleh orang dibawah 17 tahun. Aku adalah seorang mahasiswa semester 3 di sebuah perguruan tinggi swasta di kota B. Sudah 2 tahun belakangan ini aku kost disebuah rumah deket kampus. Ditempat kostku dengan puluhan kamar dan bercampur pria dan wanita membuatku sangat betah tinggal di tempat ini. Apalagi aku cukup akrab dengan teman-teman wanita di kost, jadi mereka tidak pernah menaruh curiga terhadap kelakuanku yang aneh di belakang mereka. Setidaknya begitulah yang aku harapkan. Tetapi bukan kisah di kostku yang akan aku ceritakan, karena kisah ini terjadi di rumah Mbak Dewi. Aku memanggilnya Mbak karena dia adalah istri tetanggaku di kotaku, dan aku cukup akrab dengan Mas Andi. Mas Andi sering memanggilku untuk datang ke rumahnya, kalau ada hal hal yang memerlukan bantuanku, ngebenarin genteng, mindahin lemari dan hal hal semacam itu.

Jumat, 21 Februari 2014

[CERITA JANDA] CANTIK DI BALIK KERUDUNG

Nasib itu ada di tangan Tuhan. Seringkali aku memikirkan kalimat ini. Rasanya ada benarnya juga. Tapi apakah ini nasib yg digariskan Tuhan aku tidak tau mungkin lebih tepat ini adalah godaan dari setan. Seperti pagi ini ketika di dalam bus menuju ke kantor aku duduk di sebelah cewek cantik dengan jilbab dengan tinggi 150 cm, umur sekitar 27 tahun, bertubuh sekal dan berkulit putih (keliatan dari kulit wajah dan telapak tangannya).

Mula-mula aku tidak perduli karena hobiku untuk tidur di bis sangat kuat namun hobi itu lenyap seketika ketika cewek berjilbab di sebelahku menarik tas dipangkuannya untuk mengambil hp-nya yg berdering. Sepasang paha montok tercetak jelas dari rok biru tua panjang nan ketat yang dipakainya.

Pemandangan itu cukup menarik sehingga menggugah seleraku menjadi bangkit. Aku lantas mencari akal bagaimana memancing percakapan dan mencari informasi. Sepertinya sudah alamnya ketika kita kepepet seringkali ada ide yg keluar. Saat itu setelah dia selesai menelefon tiba-tiba mulutku sudah meluncur ucapan ,"Wachhh... hobinya sama juga yach !". Sejenak dia memandangku bingung, mungkin berpikir orang ini sok akrab banget sich."Hobi apaan ?" tanyanya. "Itu nitip absen", sahutku dan dia tertawa kecil. "Tau aja kamu. Dasar tukang nguping", sahutnya.Akhirnya obrolan bergulir.

[CERITA JANDA] AKU MASIH PERAWAN



Kejadiannya dimulai 4 atau 5 tahun yang lalu. Waktu itu produksi di perusahaanku sedang booming sehingga diadakan penerimaan karyawati baru. Diantara sekian banyak pelamar ada satu yang jelas kulihat sangat berbeda. Kulitnya putih bersih, raut wajahnya cantik, dan bulu-bulu halus tampak jelas hitam kontras dengan warna kulitnya. Aku segera ke bagian personalia meminta data-datanya, setelah kulihat CV-nya yang cukup baik, aku meminta kepada personalia untuk dijadikan asistenku, akhirnya setelah melewati proses yang cukup rumit dia menjadi asistenku.

Mula pertama dia bekerja, aku sudah dapat melihat kecerdasannya dalam menangani pekerjaan, semua pekerjaan yang kuberikan dapat diselesaikannya dengan baik. Seperti pepatah Jawa bilang "Witing tresno jalaran soko kulino" Kebersamaan akan menumbuhkan rasa sayang, begitu pula yang terjadi denganku. Aku yang pada mulanya sudah tertarik pada pandangan pertama kian jatuh dalam perangkap asmaranya. Kucoba mengakrabkan diri dengannya, keluar makan bareng sering kami lakukan, tapi sampai saat itu aku belum berani macam-macam kepadanya, karena dia pernah mengungkapkan bahwa dia sudah mempunyai pacar. Memang sejak saat dia mengungkapkan bahwa dia sudah punya pacar, keinginanku untuk menjadikannya sebagai kekasih sudah hilang.

CERITA JANDA PENGALAMAN ADIK SUAMI / CURHAT



Sesampainya di rumah, selesai mandi kukenakan daster tidurku tanpa celana dalam, dan kusemprotkan parfum di tubuhku, siap menanti pria yang akan mengisi kebutuhan seksku. Kulihat kedua anakku sudah tidur pulas. Kemudian kira-kira jam 23:30 kumatikan lampu kamar dan kurebahkan tubuhku di tempat tidur terpisah dari tempat tidur anak-anakku. Sambil tidur-tidur ayam, kunantikan Ary masuk ke kamarku. Sekitar jam 01:00, kulihat pintu kamar yang sengaja tidak kukunci secara perlahan dibuka orang. Kulihat Ary dengan sarung masuk. Setelah ia menutup kembali pintu kamar dan menguncinya, ia menuju tempat tidurku dan langsung menindih tubuhku dan menciumi wajah serta bibirku. Sambil menciumiku, tangannya menggerayangi vaginaku. Ary berkata, "Wah sudah siap nih ya.. nggak pakai celana dalam.." Tak berapa lama Ary mengangkat dasterku dan mempermainkan klitorisku dan sesekali memasukkan jarinya ke lubang vaginaku, membuatku melayang dan vaginaku cepat banjir. Ternyata Ary juga sudah siap dengan tidak memakai celana dalam. Digesek-gesekannya lontongnya yang sudah mengeras di pahaku sambil jari-jari tangannya mempermainkan vaginaku. Kubalas gerakan Ary dengan meremas-remas dan mengocok lontongnya. Nafsuku semakin naik, begitu juga Ary karena nafasnya terdengar semakin memburu. Sambil tersengal-sengal, ia melenguh, "Oh.. oh.. Wita.. Ary sudah nafsu.. Wita haus kan.. Ary masukkan ya.." Aku pun sudah tidak tahan, "Oh Ri.. masukkan cepat lontongnya.. Wita sudah nggak tahan.. Ohh Ri.."

[CERITA JANDA] CURHAT



Tak pernah kusangka, pengalaman buruk masa lalu bisa kembali muncul dan menghantui hidupku. Dan kini, aku seperti ketagihan, dan menikmati hal itu. Apakah "tekanan" psikologis yang kuterima yang membuat sisi bawah sadarku melakukan ini sebagai perlawanan dan pembalasan dendam? Atau aku hanya "bernostalgia" pada masa lalu? Ah, entahlah...

namaku... Listiana ..... istri dari pengusaha rental mobil di Semarang. Secara sekilas kehidupanku bahagia. Materi berkecukupan. Mobil banyak, meski sebagaian sebagai "harta" perusahaan. Anakku juga sehat, suami pun begitu. Nyaris tak ada pertengkaran antara kami.

Namun, ketiadaan pertengkaran itu bukan karena kesalingpengertian. Kami memang jarang berkomunikasi karena, menurut suamiku, dunia dia tidak akan dapat aku pahami. Aku memang tidak sekolahan. Kuliah pernah, tapi tak sampai tamat, karena menikah. Suamiku sendiri sudah kelar strata duanya, dan sangat menyukai buku. Jadi, boleh dikata, dia pengusaha yang pintar. Dan memilih bisnis rental mobil karena dengan cara itulah dia dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca dan sekolah lagi. Namun, "kepintarannya" itulah yang membuat kami jadi jauh. Ia berada di dunianya, aku berada di duniaku. Tak ada percakapan antara kedua dunia itu. Kami hanya dipersatukan oleh anak, dan asmara.